Pemimpin yang Mampu Berkolaborasi

  • 0

Pemimpin yang Mampu Berkolaborasi

Oleh: Glenn Wijaya

 

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk tingkat Provinsi DKI Jakarta akan segera bergulir. Para calon sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi cheap Oakleys sunglasses dipinang oleh rakyat untuk menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode antara 2017 – 2022. Namun, di tengah hingar-bingar pemilihan kepala daerah, masyarakat seringkali lupa bahwa yang memerintah di DKI Jakarta sesungguhnya bukan hanya tergantung daripada Kepala Daerah dan wakilnya, tetapi juga adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Jelas seperti termaktub dalam Pasal cheap authentic jordans 57 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa penyelenggara pemerintahan daerah provinsi […] terdiri atas kepala daerah dan DPRD dibantu oleh Perangkat Daerah. Disini masyarakat seringkali terlalu larut dalam pemilihan seorang Gubernur dan wakilnya karena dianggap hanya Gubernur dan wakilnya sajalah yang berkuasa memimpin di Jakarta. Ternyata, setelah ditelisik lebih dalam, peran DPRD sangatlah besar. DPRD, menurut ketentuan Pasal 101 UU No. 9 Tahun 2015 yang merupakan perubahan kedua dari UU No. 23 Tahun 2014, disebutkan memiliki beberapa kewenangan seperti membentuk Perda Provinsi bersama dengan Gubernur, serta membahas dan memberikan persetujuan Rancangan Perda Provinsi tentang APBD Provinsi yang diajukan oleh Gubernur.

Berarti, berdasarkan ketentuan di atas, pemerintahan daerah provinsi akan tergoncang apabila timbul ketidakharmonisan antara Gubernur dan DPRD. Publik mungkin masih ingat tentang masalah reklamasi yang berasal dari perseteruan antara DPRD DKI Jakarta dan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tentang besar kontribusi pengembang. Hal semacam ini sungguh tidaklah etis karena justru sangat jauh dari yang diharapkan. Jelas harapan pembuat UU dan juga publik adalah untuk melihat cheap football jerseys adanya sinergi antara Gubernur dengan DPRD sehingga pembangunan di daerah provinsi tidak terhambat karena masalah-masalah internal semata.

Menurut hemat penulis, kini publik di DKI Jakarta Wholesale Jerseys dihadapkan pada pilihan yang sulit. Benar, ada tiga pasang calon kandidat yang rela berkorban dan membanting tulang demi membangun Jakarta yang lebih baik. Pilihan untuk jatuh ke salah satu memang sulit karena masing-masing memiliki keunggulannya masing-masing; ada yang petahana, ada yang berlatar belakang menteri, dan ada yang dari latar belakang kemiliteran.

Tetapi, terlepas dari dilema tersebut, publik kini juga harus bertanya-tanya, siapakah dari ketiga pasang calon tersebut yang My paling mungkin diterima oleh DPRD, dan apabila pertanyaan ini sulit, maka pertanyaan lanjutannya adalah pasangan calon manakah yang kira-kira berani membongkar ide-ide korup oleh oknum anggota custom jerseys DPRD seperti yang terjadi di kasus reklamasi Jakarta?

Pada kesimpulannya, Jakarta kini di ambang batas. Batas antara Jakarta yang mulai berbenah dan Jakarta yang tidak tentu masa depannya. Kemungkinan memang banyak, dan pilihan mungkin membuat masing-masing dari kita bingung memilih pasangan calon mana yang pantas. Tetapi, ingatlah bahwa siapapun yang menjabat, haruslah mampu berkolaborasi dengan baik dengan DPRD karena baik Gubernur maupun DPRD sama-sama seimbang dan merupakan simbol kepemimpinan DKI Jakarta.

 

download film Patriots Day now


Leave a Reply